Rabu, 20 September 2017

Data Link Layer


Pengertian Data Link

Data Link adalah medium transmisi antara stasiun-stasiun ketika suatu prosedur data link control dipakai. Lapisan data link adalah lapisan kedua dari bawah dalam model OSI, yang dapat melakukan konversi fame-frame jaringan yang berisi data yang dikirimkan menjadi bit-bit mentah agar dapat diproses oleh lapisan fisik. Lapisan ini merupakan lapisan yang akan melakukan transmisi data antara perangkat-perangkat jaringan yang saling berdekatan didalam sebuah WAN, atau antara node didalam sebuah segmen LAN yang sama. Lapisan ini bertanggungjawab dalam membuat frame, flow control, koreksi kesalahan, dan pentransmisian ulang terhadap frame yang dianggap gagal. MAC Address juga diimplementasikan didalam lapisan ini.

Lapisan Data Link terdiri dari 2 sub layer, yaitu :

a.    Link Logic Control (LLC)
Fungsi -> memeriksa kesalahan dan menangani transmisi frame.
b.    Medium Access Control (MAC)
Fungsi -> mengambil dan melepaskan data dari dan ke kabel , menentukan protokol untuk akses ke kabel yang di share didalam WAN .

Layanan Data Link Layer

1.     Layanan Unacknowledged Connectionless
Yaitu dimana mesin sumber mengirimkan sejumlah frame ke mesin yang dituju dengan tidak memberikan Acknowledgment bagi diterimanya frame-frame tersebut. Tidak ada koneksi yang dibuat baik sebelum atau sesudah dikirimkannya frame. Bila sebuah frame hilang sehubungan dengan adanya noise, maka tidak ada usaha untuk memperbaiki masalah tersebut di data link.
Jenis layanan ini cocok bila laju error sangat rendah, sehingga recovery bisa dilakukan oleh layer yang lebih tinggi. Layanan ini sesuai untuk lalu lintas real time, seperti percakapan, dimana data yang terlambat dianggap lebih buruk dibanding data yang buruk. Sebagian besar LAN menggunakan layanan ini pada data link layer.
2.    Layanan Acknowledged Connectionless
Layanan inipun tidak menggunakan koneksi, aka tetapi setiap frame dikirimkan secara independent dan secara acknowledgment.
Dalam hal ini, si pengirim akan mengetahui apakah frame yang dikirimkan ke mesin tujuan telah diterima dengan baik atau tidak. Bila ternyata belum tiba pada interval waktu yang telah ditentukan, maka frame akan dikirimkan kembali, mungkin saja hilangnya acknowledgment akan menyebabkan sebuah frame perlu dikirimkan beberapa kali dan akan diterima beberapa kali juga. Layanan ini akan bermanfaat untuk salauran unreliablem, seperti sistem tanpa kabel.
3.    Layanan Acknowledged Connention Oriented
Dengan layanan ini, mesin sumber dan tujuan membuat koneksi sebelum memindahkan datanya. Setiap frame yang dikirim tentu saja diterima. Selain itu, layanan ini menjamin bahwa semua frame diterima benar-benar hanya sekali dan semua frame diterima dalam urutan yang benar. Layanan ini juga menyediakan proses-proses network layer dengan ekivalen aliran bit reliable. Pada layanan connection-oriented diapakai, pemindahan data mengalami tiga fase (tahap) :
a.    Fase I koneksi ditentukan dengan membuat kedua mesin menginisialisasi variable-variable dan counter yang diperlukan untuk mengawasi frame yang mana telah diterima dan mana yang belum.
b.    Fase II satu frame atau lebih mulai ditransmisikan.
c.    Fase III koneksi dilepaskan, pembebasan variable, buffer, dan resource lainnya yang dipakai untuk menjaga berlangsungnya koneksi.

Metode untuk Memecah Bit Menjadi Frame

1)    Karakter menghitung
2)   Pemberian karakter awal dan akhir dengan pengisian karakter
3)   Pemberian flag awal dan akhir dengan pengisian bit
4)   Pelanggaran pengkodean physical layer

Fungsi Data Link Layer

1)    Mengubah paket ke dalam bit 1 atau 0 (biner) pada mesin pengirim dan mengembalikan bit-bit kedalam paket pada mesin penerima.
2)   Menangani frame data diantara Network Layer dan Physical Layer.
3)   Menerima paket data dari Physical Layer (kedalam frame data) kemudian dihantarkan ke Network Layer.
4)   Bertanggungjawab atas keutuhan frame yang ditransfer ke komputer lain dengan melintasi Physical Layer.
5)   Menetapkan metode yang diperlukan untuk mentransmisikan dan menerima data dalam jaringan.

Alat/Perangkat yang Beroperasi pada Data Link

1)    NIC (Network Interface Card)
2)   Mac Address
3)   Switch Layer 2
4)   Bridge

Paket Data

Pada saat yang akan ditranmisikan ,maka data akan di bagi menjadi paket yang kecil-kecil, hal ini dilakukan karena :
1)    Jaringan tertentu hanya dapat menerima paket dengan panjang tertentu
(misal ARPANET hanya mampu mengirim paket sebanyak 8063)
2)   Jenis flow control tertentu akan efisien jika berita yang dikirim di bagi dalam paket –paket yang kecil (misal pada Select Repeat Request  ARQ bila terjadi kerusakan data pada saat tranmisi,maka transmitter hanya perlu mengirim kembali paket data tersebut).
3)   Agar pengiriman jaringan tidak di dominasi oleh user tertentu,kerena dengan paket data maka setiap user dapat di batasi jumlah paket data yang akan di kirim sehingga dapat bergantian dengan user lainya dalam memanfaatkan jaringan tersebut.
4)    Paket data yang kecil hanya memerlukan buffer yang kecil pada bagian
receiver

Akan tetapi dalam melakukan pemotongan data menjadi paket data,harus
memperhatikan bahwa data tidak boleh di potong terlalu kecil,karena :
1)    Setiap data memerlukan byte overhead ( tiap peket harus disertai dengan SYN,ADDRESS,CONTROL FIELD,CRC FLAG,dan lain –lain ) pengiriman paket akan efesien jika bagian data lebih besar dari byte over head.
2)   Bila paket data terlalu kecil maka waktu pemrosesan sebuah paket yang
besar


Model OSI Layer

Model OSI 


Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model).
Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.
Model referensi ini pada awalnya ditujukan sebagai basis untuk mengembangkan protokol-protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisatif ini mengalami kegagalan.
Standar model referensi ini, jika dibandingkan dengan model referensi DARPA (Model Internet) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP yang populer digunakan.
Model referensi ini dianggap sangat kompleks. Beberapa fungsi (seperti halnya metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus, sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa lapisan.
Pertumbuhan Internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.
Pemerintah Amerika Serikat mencoba untuk mendukung protokol OSI Reference Model dalam solusi jaringan pemerintah pada tahun 1980-an, dengan mengimplementasikan beberapa standar yang disebut dengan Government Open Systems Interconnection Profile (GOSIP). Meski demikian. usaha ini akhirnya ditinggalkan pada tahun 1995, dan implementasi jaringan yang menggunakan OSI Reference model jarang dijumpai di luar Eropa.
OSI Reference Model pun akhirnya dilihat sebagai sebuah model ideal dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung. Beberapa protokol yang digunakan dalam dunia nyata, semacam TCP/IP, DECnet dan IBM Systems Network Architecture (SNA) memetakan tumpukan protokol (protocol stack) mereka ke OSI Reference Model. OSI Reference Model pun digunakan sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa protokol jaringan di dalam sebuah kumpulan protokol dapat  berfungsi dan berinteraksi.
Struktur tujuh lapis model OSI, bersamaan dengan protocol data unit pada setiap lapisan.
OSI Reference Model memiliki tujuh lapis, yakni sebagai berikut

Lapisan ke-
Nama lapisan
Keterangan
7
Application Layer
Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP,FTP, SMTP, dan NFS.
6
Presentation Layer
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol(RDP).
5
Session Layer
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
4
Transport Layer
Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses(acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
3
Network Layer
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internet working dengan menggunakan router dan switch layer-3.
2
Data-Link Layer
Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat kerasMedia AccessControl Address (MAC Address), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub,bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
1
Physical Layer
Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnyaEthernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card kabel atau radio. (NIC) dapat berinteraksi dengan media